Rabu, 07 November 2012

PENGENDALIAN PENYAKIT KERITING DAUN PADA TANAMAN CABAI


PENGENDALIAN PENYAKIT KERITING DAUN 
PADA TANAMAN CABAI


     Penyakit keriting daun pada tanaman cabai telah menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi petani, karena tanaman cabai yang terserang virus akan merusak klorofil daun dan berakibat pada terganggunya pertumbuhan dan menurunnya produksi bahkan tanaman akan mati secara perlahan.

Petani cabai mengamati kutu thrips sebagai vektor virus gemini.

     Penyakit keriting daun pada tanaman cabai diawali oleh hama thrips , yaitu kutu / serangga berwarna putih, panjang tubuh lebih kurang 1 mm, serangga ini tergolong kecil namun dapat dilihat dengan mata telanjang, hama ini pemangsa segala jenis tanaman. kutu menyerang tanaman muda secara bergerombol, daun yang terserang akan mengerut dan melingkar, cairan manis yang dikeluarkan kutut membuat semut dan embun jelaga berdatangan. embun jelaga warna hitam sering menandakan serangan kutu thrips sedeng berlansung. Pengendalian kutu thrips dapat dilakukan dengan furadan 3G dengan dosis 60 - 90 kg / ha atau sekitar 2 sendok makan / 10 m bujur sangkar area.
1. Gejala serangan hama Thrips / kutu putih. adalah : Adanya strip - strips pada daun dan berwarna keperakan seperti noda akibat dimakan kutu thrips, kemudian warna tersebut berubah menjadi coklat muda, adannya kutu thrips pada bagian bawah daun dan mudah terlihat disaat pagi hari atau sebelum terik hari, kutu thrips pada saat terik hari akan sembunyi disela - sela daun sehingga kurang terlihat.
     Hama kutu thrips merupakan sebagai carrier atau pembawa virus yang menyebabkan penyakit keriting daun pada tanaman cabai, apabila tanaman telah terserang virus yang dibawa oleh kutu thrips maka penanggulangan akan sulit karena tidak ada obat kimia yang dapat mengatasi, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mencabut batang dan dimusnahkan dengan cara dibakar.
2. Gejala serangan virus adalah : a). Bercak kuning diatas permukaan daun, perlahan meluas hingga seluruh permukaan daun menguning. b). Bentuk daun menjadi lebih kecil dari ukuran normal. c). Daun melengkung dan kaku. d). Daun terlihat keriting. e). Setelah kuning daun sebagian besar rontok. f). Dibawah permukaan daun terdapat hama / kutu berwarna putih.





Daun tanaman cabai menguning,keriting dan kerdil akibat penyakit keriting daun.

3. Pengendalian secara kultur teknis, dapat dilakukan dengan pergiliran tanaman atau tidak menanam   cabai secara bertahap sepanjang musim.
4. Pengendalian secara kimia.  a). Penyemprotan insektisida winder 25 WP dosis 0,25 - 0,5 gram / liter, atau insektisida cair winder 100EC, dosis 0,5 - 1 ml / liter.  b). Pada tanaman muda Pemberian Furadan 3G untuk mengatasi kutu putih thrips pada daun. c). Pada tanaman yang sudah cukup besar, Penyemprotan Nogos 50 EC, Azodrin 15 WSC, Nuracron 20   WSC, dengan dosis 2 - 3 ml / liter.
5. Pengendalian hama secara natural atau organik
Bahan : 1 kg daun brotowali ( daun-daun yang pahit ), 10 sendok makan kapur, 1 kg kunyit, Cara Buat :     ketiga bahan tadi ditumbuk dan diambil airnya lalu dicampur dengan air 30 - 50 liter. kemudian disemprot kedauan secara merata dengan stelan berkabut.
6. Cara Pencegahan keriting daun pada tanaman cabai . a). Awal tanam : Furadan 3G, dosis 60 - 90 kg / Ha atau 2 sendok makan / 10 meter bujur sangkar. b). Tanaman sudah tumbuh : Curacorn 500 EC, Nudrin 215 WSC atauTukotion 500 EC, dosis 2-3 ml/liter. c). Tanaman sudah cukup besar : Nugos 50 EC, Azodrin 15 WSC, Nuracron 20 WSC. dosis 2-3 ml / liter.
selain penyakit keriting daun, penyakit lain dapat digunakan fungisida : Dihtane M45, Antracol, Cupravit,   dosis : 2 - 3 ml / liter.